news

15 Feb 2016

Toyota Pilih Produksi Dalam Negeri

Toyota Pilih Produksi Dalam Negeri

Denpasar, KompasOtomotif – Kebijakan perdagangan bebas dengan dunia internasional memudahkan distributor mengimpor mobil masuk ke Indonesia, namun yang perlu dipahami hal itu bisa mengancam pengembangan industri otomotif dalam negeri.

Bila tidak dibendung, kebanyakan merek bakal lebih memilih menjual mobil impor karena lebih menguntungkan ketimbang harus investasi besar-besaran untuk memproduksinya di dalam negeri. Tarik-menarik keputusan antara kedua hal itu pasti terjadi, tapi di lain sisi persaingan produk impor dan produksi dalam negeri juga tidak bisa dihindari.

Merek terlaris di Indonesia, Toyota, di bawah Toyota Astra Motor (TAM) dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah memiliki basis industri yang kuat. Meski begitu era perdangan bebas dengan pajak bea masuk yang semakin mengecil tidak dipandang enteng.

Direktur Pemasaran TAM Rahman Samulo menerangkan, Toyota ingin menguatkan industri dalam negeri. Saat ini sebagian besar mobil yang dipasarkan domestik diprodusi di dalam negeri, yaitu Agya, Etios, Avanza, Yaris, Vios, Limo, Rush, Innova, dan Fortuner.

“Dengan kekuatan pondasi industri itu, Toyota berharap ini menjadi kekuatan di samping jaringan yang kuat, pelayanan penjualan dan purna jual terbaik,” ujar Samulo.

Persaingan

Menurut Samulo menjual mobil di Indonesia bukan hanya mengandalkan produk. Inilah yang menjadi modal daya saing merek lama di Indonesia menghadapi “serangan” importir atau produk baru.

“Produk itu hanya salah satu faktor, pertanyaan berikutnya jaringan yang kuat. Intinya, pengalaman saya, menjual mobil di Indonesia itu harus lengkap, tidak bisa hanya bicara produk,” jelas Samulo.

Produksi dalam negeri

Toyota akan selalu condong memproduksi mobil di Indonesia dibanding menjual barang impor, ungkap Samulo.

“Keinginan Toyota bagaimana menguatkan industri dalam negeri, makanya kalau volume (model baru) cukup kita akan produksi. Produk yang kita produksi kan memang kita sesuaikan dengan kebutuhan Indonesia,” kata Samulo.


Latest News