news

19 Feb 2016

Volvo Hidup Segan, Mati Tak Mau di Indonesia

Volvo Hidup Segan, Mati Tak Mau di Indonesia

Sentul, KompasOtomotif – Meski nyaris tanpa aktivitas yang terlihat secara kasat mata, merek Volvo di Indonesia masih ”hidup”. Grup Indomobil sudah berkomitmen mempertahankan merek Swedia ini, meski hingga detik ini sama sekali tidak ada penjualan, bahkan kondisi tersebut sudah berlangsung  sejak tahun lalu.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek ini terakhir terdeksi di pada 2012 dengan penjualan 22 unit, lalu 2013 yang masih mampu menjual 18 unit. Setelah itu bak hilang ditelan bumi, tanpa penjualan, tanpa showroom.

”Volvo masih jalan terus saja, dan memang tidak segampang itu. Sekarang ini pasar mobil sudah mengikuti peraturan ASEAN (soal biaya masuk), bisa 5 persen, atau 0 persen. Tapi kalau kita impor Volvo dari Sweden, atau Audi dan VW dari Jerman, kena pajak 40 persen. Bisa jual gak sekarang?” ujar Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Subronto Laras, (16/2/2016).

Subronto menegaskan bahwa merek yang saat ini mayoritas sahamnya dibeli pemain otomotif dari India itu tetap menjadi milik grup Indomobil. Kantor masih aktif di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, yang menjadi kumpulan kantor berbagai merek di bawah grup Indomobil.

”Sangat kecil (penjualannya), karena memang mahal. Walau pun bagus, orang tidak mau beli. Tantangannya ada di harga dan suku cadang,” kata Subronto.

Dirinya pun mencontohkan apa yang dilakukan Mercedes-Benz atau BMW yang sudah punya pabrik perakitan. Dia berharap Volvo bisa bangkit kembali seperti yang dilakukan divisi kendaraan komersial (Volvo Trucks) dengan penetrasi yang mulai berjalan.


Latest News