news

03 Mar 2016

VW Polo 1.2 TSi Berjuluk

VW Polo 1.2 TSi Berjuluk "Mobil Eropa Harga Jepang"

Volkswagen Indonesia meluncurkan Polo 1.2 TSi pertama kali pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015. Hatchback CBU India ini pun resmi menjadi mobil termurah yang pernah dijual VW Indonesia saat ini.

Dari sisi harga, Polo 1.2 TSi (Rp 259 jutabersinggungan langsung bahkan lebih murah dari banderol Toyota Yaris TRD S dan Mazda2.

Bicara desain, Polo 1.2 TSi memiliki tampang serupa dengan generasi Polo 1.4 yang lebih dulu hadir. Tampilan hatchback kompak sudah terlihat dari bagian depan yang cukup kekar dan menonjolkan kemewahan sebuah mobil Eropa.

Bemper depan dan belakang menggunakan model baru yang terlihat lebih simple. Khusus bagian depan di bagian bawah bemper diperkuat dengan adanya list krom. Sebagai variasi, cover spion diberikan kelir berbeda dengan warna bodi yang membuat kesan lebih trendy.

Kesan sporty dan kemewahan ditonjolkan melalui desain baru dari lampu kabut. Untuk lampu utama sendiri menggunakan bohlam halogen yang terintegrasi dalam satu frame dengan lampu sein.

Terakhir, tampilan diperkuat dengan pelek berdimensi 15 inci dan tail gate model baru. Khusus untuk pelek, VW memiliki dua pilihan dimensi yakni, 15 inci dan 16 inci, tinggal disesuaikan selera konsumen saja.

Masuk ke kabin, VW coba berikan kesan sporty dengan dominasi hitam. Selain itu, desain kemudi dibuat setengah lingkaran dengan bagian bawah yang datar serta dibungkus dengan soft leather.

Sayangnya, kesan mewah sedikit memudar dengan hadirnya jok yang masih menggunakan fabric. Sedangkan tatanan dasbor dirancang minimalis, pusat fokus ada pada bagian tengah yang diisi instalasi audio RCD 320 G dengan fitur SD card, CD player, USB/iPod interface, dan koneksi Bluetooth.

Kabin tersebut juga menghadirkan kabin lapang terutama head room dan leg room baris pertama. Pengaturan jok depan masih menggunakan sistem manual. Plus sistem kemudi yang menggunakan fitur tilt and telescopic, sehingga bisa disesuaikan turun naik dan maju mundurnya.

Sisi ergonomis pengendara dilihatkan dengan keberadaan tombol fungsi pada sisi kemudi. Mulai  pengaturan audio, panggilan telepon, serta tombol informasi dari MID yang menyatu dengan speedometer.

Sayang, kelegaan kabin penumpang belakang tak selapang baris depan. Apalagi untuk penumpang ukuran dewasa dengan tinggi 170 cm. Keterbatasan amat terasa pada ruang kaki dan cukup mengganggu kenyamanan ketika menempuh jalan jauh.

Jarak tandem distance (lutut penumpang baris kedua ke jok baris pertama) tidak selapang bagian depan. Tapi dampaknya membuat ruang bagasi di belakang cukup luas.


Latest News