blog

29 Apr 2026

Seberapa banyak merek mobil listrik yang sudah masuk Indonesia? Perlu diketahui bahwa pasar merek mobil listrik di Indonesia berkembang lebih cepat dari yang banyak orang perkirakan. Berdasarkan data terkini, ada hampir 70 model mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang dijual di Indonesia, dengan harga terendah sekitar Rp 152 jutaan hingga di atas Rp 7 miliar untuk segmen ultra-premium. Penjualan sepanjang 2025 menembus 103.000 unit lebih, naik 141 persen dibanding tahun sebelumnya, berdasarkan data Gaikindo.
Merek-merek ini berasal dari berbagai negara. China mendominasi dengan jumlah model paling banyak, Korea Selatan menghadirkan teknologi premium, Eropa mengisi segmen kendaraan mewah, dan Vietnam masuk melalui VinFast. Menariknya, kini merek lokal Indonesia juga mulai ikut bersaing. Berikut penjelasan selengkapnya.

Merek Mobil Listrik China di Indonesia

Merek asal China menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar EV di Indonesia. Keunggulan mereka terletak pada kombinasi harga kompetitif, spesifikasi lengkap, dan jaringan distribusi yang terus diperluas.

1. BYD

BYD adalah merek mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang 2025 dengan pangsa pasar sekitar 57 persen dari total penjualan BEV nasional, berdasarkan data Gaikindo. Model andalan mereka mencakup BYD Atto 1 yang menjadi mobil listrik paling laku dengan lebih dari 22.000 unit terjual, BYD M6 untuk segmen MPV keluarga, BYD Sealion 7 di kelas SUV, hingga sub-merek premium Denza D9 yang menyasar segmen MPV mewah di atas Rp 900 jutaan.
Semua unit BYD yang beredar di Indonesia saat ini masih berstatus impor utuh (CBU) dari China. Namun BYD sudah berkomitmen membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 150.000 unit per tahun, yang bila beroperasi akan berdampak signifikan pada harga jual ke depannya.

2. Wuling

Wuling adalah merek China pertama yang memproduksi mobil listrik secara lokal di Indonesia. Pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, sudah beroperasi sejak 2022 dengan Wuling Air EV sebagai model pembuka, disusul Binguo EV dan Cloud EV. Status CKD (rakitan lokal) dengan TKDN di atas 40 persen membuat Wuling bisa menikmati insentif PPN sehingga harga jualnya lebih kompetitif. Wuling Air EV masih menjadi pilihan utama konsumen yang menginginkan EV fungsional untuk mobilitas dalam kota dengan harga mulai sekitar Rp 189 jutaan.

3. Chery

Chery hadir di Indonesia melalui beberapa model, dengan Chery J6 sebagai yang paling menonjol secara penjualan. Model SUV bergaya kotak ini dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, menjadikannya salah satu EV dengan TKDN tertinggi di kelasnya. Chery menutup 2025 dengan total distribusi sekitar 7.000 unit, menempatkannya di antara kontributor utama pasar EV nasional.

4. NETA

NETA (diproduksi oleh HOZON Auto, China) menawarkan EV dengan harga masuk yang sangat kompetitif. NETA V-II hadir mulai sekitar Rp 299 jutaan dengan jarak tempuh hingga 401 km per pengisian dan dilengkapi fitur ADAS seperti lane departure warning serta kamera 360 derajat. Model ini juga sudah dirakit secara lokal di fasilitas HIM, sehingga mengantongi TKDN sekitar 44 persen yang membuatnya memenuhi syarat insentif pajak pemerintah.

Merek Mobil Listrik Korea di Indonesia

1. Hyundai

Hyundai adalah merek non-China pertama yang membangun ekosistem EV paling lengkap di Indonesia. Melalui PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Hyundai memproduksi lokal beberapa model listrik termasuk IONIQ 5 dan All New Kona Electric. Yang membedakan Hyundai dari kompetitornya adalah investasi yang jauh lebih dalam: selain pabrik perakitan, mereka juga memiliki pabrik sel baterai di Karawang bersama LG Energy Solution, yang membuat TKDN Kona Electric mencapai 80 persen.
Model andalan Hyundai mencakup IONIQ 5 dengan teknologi pengisian ultra-cepat 800V, IONIQ 6 sebagai sedan listrik premium, serta Kona Electric sebagai pintu masuk ke segmen EV Hyundai yang lebih terjangkau. Hyundai juga dikenal dengan fitur keselamatan aktif Hyundai SmartSense yang sudah hadir di semua lini EV mereka.

2. Kia

Kia berbagi platform Electric Global Modular Platform (E-GMP) yang sama dengan Hyundai, namun memposisikan diri pada segmen yang lebih sporty dan premium. Model EV6 hadir sebagai crossover coupe bergaya agresif, sementara EV9 menyasar keluarga yang membutuhkan SUV listrik premium berkapasitas tujuh penumpang dengan baterai 77,4 kWh. Keunggulan platform E-GMP ada pada kemampuan fast charging 800V yang memungkinkan pengisian dari 10 ke 80 persen dalam waktu sekitar 18 menit di charger DC ultra-cepat.

Merek Mobil Listrik Eropa di Indonesia

1. BMW dan Mercedes-Benz

BMW hadir dengan lini i-Series seperti BMW iX dan BMW i4, sementara Mercedes-Benz membawa EQS, EQE, dan beberapa varian EQ lainnya. Keduanya menyasar konsumen di segmen atas dengan harga mulai dari sekitar Rp 1 miliar ke atas. Status semua model Eropa ini masih CBU, artinya diimpor langsung dari pabrik asal tanpa perakitan lokal, sehingga harganya dipengaruhi biaya impor.

2. Volvo

Volvo membawa pendekatan yang berbeda ke segmen EV premium: keselamatan sebagai nilai utama. Model EX40 hadir dengan sistem keselamatan berlapis yang menjadi DNA merek ini selama puluhan tahun, kini dikombinasikan dengan teknologi penggerak listrik. Volvo terus memperluas lini EV-nya, dengan target mayoritas penjualan global beralih ke kendaraan elektrifikasi.

Merek Mobil Listrik Lokal Indonesia

1. Polytron G3

Ini adalah satu-satunya angle yang tidak dibahas oleh satupun artikel kompetitor: Indonesia sudah punya merek mobil listrik lokal yang kini resmi berjualan.
Polytron, yang selama ini dikenal sebagai produsen elektronik asal Kudus, Jawa Tengah, resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Polytron G3 dan G3+, pada Mei 2025. Kendaraan ini merupakan hasil kerja sama antara Polytron dan Skyworth Auto dari China, dan dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan TKDN mencapai 40 persen.
Polytron G3 hadir sebagai SUV 5-seater dengan baterai LFP 51,9 kWh yang mampu menempuh jarak 402 km per pengisian penuh (standar CLTC), tenaga 150 kW (201 hp), torsi 320 Nm, dan dilengkapi 21 fitur ADAS Level 2 termasuk auto parking. Yang paling menarik adalah skema kepemilikannya: tersedia opsi Battery-as-a-Service (BaaS) di mana pembeli hanya membeli unitnya mulai sekitar Rp 329 jutaan, sementara baterai disewa dengan biaya bulanan terpisah. Untuk pembelian penuh termasuk baterai, harganya mulai sekitar Rp 419 jutaan untuk varian G3 standar.
Kehadiran Polytron G3 membuktikan bahwa industri dalam negeri tidak hanya menjadi pasar bagi merek asing, tetapi sudah mulai berpartisipasi aktif dalam produksi kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar Lokasi Charger Mobil Listrik di Jakarta 

Ingin Coba Mobil Listrik Sebelum Membeli? Sewa di Jennete Rent Saja

Memahami berbagai merek mobil listrik di Indonesia memang penting, tetapi pengalaman berkendara tidak bisa dirasakan hanya dari membaca spesifikasi. Untuk benar-benar mengetahui kenyamanan, keheningan, dan efisiensinya, Anda perlu mencobanya langsung di jalan.
Melalui layanan sewa mobil listrik Jakarta dari Jennete Rent, Anda bisa merasakan pengalaman tersebut dengan cara yang praktis tanpa harus langsung membeli. Ini menjadi solusi ideal bagi Anda yang ingin mencoba kendaraan ramah lingkungan sebelum membuat keputusan. Segera lakukan reservasi sekarang dan rasakan langsung pengalaman berkendara mobil listrik bersama Jennete Rent.



Silahkan hubungi kami